Jumat, 12 Juni 2009

Untaian Do'a Menggapai Cita



for everyone

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

UNTAIAN DO'A MENGGAPAI CITA

"Allohumma inni as'aluka 'ilmanafi'a warizqa tayyiban wa'amalan mutaqobbalan"

"Ya Alloh, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima."

[Dikeluarkan oleh Imam Ahmad: 6/322, Ibnu Majah: 925 dan dishohihkan oleh Syaikh Nashriruddin -rohimahulllohu wa qoddasallohu ruhahu- dalam Shohih Ibnu Majah: 753.]

PENTINGNYA DZIKIR INI

Di dalamnya terkandung tiga hal utama yang menjadi prioritas harian seorang muslim yaitu ilmu, amalan dan rezeki. Ummu Salamah rodhiallohu anha mengatakan; "Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasalam membaca do'a ini tatkala pagi hari."

Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasalam berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat sebagaimana sabda beliau:

"Ya Alloh, aku berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu', jiwa yang tidak pernah kenyang, dan do'a yang tidak dikabulkan." (HR Muslim: 2722)

FAEDAH

1. Bagaimana Berkarakteristik Ilmu Yang Bermanfaat

Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang membuat penuntutnya makin bertaqwa kepada Alloh Subhanallohu wa Ta'ala dan ini diperoleh dengan mengamalkannya.

Alloh Ta'ala berfirman:

,,,إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ,,,,

",,,,,,sesungguhnya yang takut kepada Alloh diantara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama,,,,,," (QS Fathir [35]: 28)

Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasalam bersabda: "Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ditanya tentang umurnya dalam hal apa ia habiskan dan ilmunya dalam hal apa ia amalkan,,,,,," (Diriwayatkan Tirmidzi: 2417, Shohih at-Targhib wat-Tarhib: 1/126)

Abu Darda' rodhiallohu anhu berkata;

"Tidaklah kamu menjadi bertaqwa sampai engkau berilmu dan tidaklah kamu berilmu dengan baik sampai engkau mengamalkannya." (Jami'u Bayanil-'Ilmi: 1/562)

2. Apa Ciri-Ciri Orang Yang Ilmunya Bermanfaat???

Syaikh Bakar Abu Zaid rohimahulloh menyebutkan: "Ia mengamalkan ilmunya, benci disanjung maupun dipuji, tidak suka sombong terhadap manusia, makin tawadhu' setiap kali ilmunya bertambah, menghindari pangkat, popularitas dan dunia, tidak mengklaim dirinya paling berilmu, selalu melihat kekurangan dirinya, berbaik sangka terhadap orang lain,,,,,,, Tanyakan dirimu, apa yang telah engkau capai???!!!" (Majmu'atul-'Ilmiah: 191)

3. Apa Yang Dimaksud Rezeki Yang Baik???

Rezeki yang baik adalah rezeki yang dihalalkan Alloh (halal bendanya) dan diperoleh dengan cara yang syar'i. (Lihat Syarh Arba'in an-Nawawi, Syaikh Utsaimin:164)

4. Apa Pengaruh Rezeki Atau Makanan Yang Baik???

Makanan yang halal merupakan sebab diterimanya doa dan ibadah, sedangkan makanan yang haram mencegah terkabulnya do'a dan ibadah. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir: 1/129)

5. Bagaimana Seharusnya Agar Amalan Itu Diterima???

Amalan yang diterima Alloh Subhanallohu Wa Ta'ala adalah yang dilakukan dengan ikhlas dan benar sesuai contoh sunnah Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasalam. Pernah ditanyakan kepada Fudho'il bin Iyadh rohimahulloh: "Amalan apa yang paling ikhlas dan benar?" Beliau menjawab: "Jika suatu amalan dikerjakan dengan ikhlas tetapi tidak benar maka tidak diterima, demikian pula kalau benar namun tidak ikhlas maka tidak pula diterima sehingga amalan tersebut ikhlas dan benar. Ikhlas hanya untuk Alloh semata dan benar jika di atas sunnah." (Diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam al-Hilyah: 8/95)

Diriwayatkan oleh Imam Muslim (1905) dari Abu Huroiroh rodhiallohu anhu, bahwa Nabi Sholallohu 'Alaihi wasalam menceritakan seorang yang belajar ilmu dan mengajarkannya serta selalu membaca Al-Qur'an, namun justru ia termasuk orang yang pertama kali diseret di atas wajahnya ke dalam neraka karena riya' dan ingin popularitas!!!

Kita berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat, rezeki yang haram, dan amalan yang tidak diterima.

Wallohul Muwaffiq,,,,,,,,

Dikutip dari; majalah Keluarga Islam "Al-Mawaddah" edisi 9 tahun ke-1.

Diterbitkan oleh Lajnah Dakwah Ma'had Al-Furqon Al-Islami.

kiat menggapai akhlak mulia

41. Memetik Pelajaran dari Orang-Orang yang Bergaul Dengannya

Orang yang memiliki ketajaman berpikir dan cita-cita yang mulia tentunya selalu berusaha untuk bisa memetik pelajaran dari setiap orang yang bergaul dengannya. Banyak orang yang dapat mempelajari tentang bagaimana seharusnya menjaga kehormatan dan berakhlak mulia ketika dia menjumpai orang-orang yang justru memiliki perilaku yang buruk dan tercela. Bahkan terkadang orang akan bisa belajar dari perilaku hewan yang dilihatnya.

42. Melatih Diri untuk Tetap Bersikap Adil Ketika Mengalami Sesuatu yang Menyenangkan

Sudah semestinya bagi orang yang berakal dan mendambakan akhlak yang mulia untuk berusaha untuk tetap bersikap adil dalam kondisi senang maupun susah. Sebab salah satu adab yang harus dipunyai oleh orang yang terhormat adalah senantiasa berbuat adil dalam kondisi senang ataupun susah.

43. Memahami Kondisi Orang Lain dan Menyesuaikan Dengan Akal Mereka

Hal ini merupakan bukti kecermatan orang dalam menilai dan mengatur urusan yang dihadapinya. Dan hal ini juga menunjukkan tentang baiknya sikap yang dia tempuh dalam memilih sarana kebaikan yang dia gunakan. Dengan sikap semacam ini maka seorang akan mudah menggapai keluhuran akhlak dan akan disenangi oleh orang lain. Manusia yang dihadapi itu beraneka ragam, oleh sebab itu masing-masing perlu disikapi dengan sikap yang tepat dan sesuai dengan kondisi orang yang bersangkutan. Tentu saja dengan batasan, selama hal itu tidak menyebabkan kebenaran dicampakkan dan kebatilan dipertahankan.

44. Menjaga Adab Berbicara dan Adab Majelis

Di antara adab yang harus diperhatikan adalah mendengarkan dengan baik ketika orang lain berbicara. Jangan memotong pembicaraannya sebelum selesai, langsung mendustakannya, atau meremehkannya, atau terburu-buru melengkapi ucapannya yang dianggap kurang sempurna. Selain itu hendaknya juga dijauhi membicarakan tentang diri sendiri dalam rangka membangga-banggakan dirinya di hadapan orang. Hendaknya juga tidak mudah-mudah melontarkan komentar terhadap pembicaraan orang lain. Atau memberikan celaan secara merata kepada setiap orang. Atau mengulang-ulang pembicaraan tanpa ada faktor yang menuntut hal itu harus dilakukan. Termasuk sikap yang harus dijauhi adalah bertanya berlebihan atau terlalu berdalam-dalam dalam menanyakan suatu perkara tanpa keperluan. Selain itu hendaknya berbicara dengan menyesuaikan kondisi atau konteks pembicaraan. Hendaknya bersikap rendah hati terhadap orang yang diajak bicara. Begitu pula hendaknya mengucapkan salam ketika masuk ke dalam majelis atau ketika meninggalkannya. Tidak menyuruh orang lain yang sedang duduk untuk berdiri kemudian dia duduk di tempat tersebut. Tidak duduk di antara dua orang yang berdekatan kecuali dengan izin keduanya. Dan adab-adab yang lainnya.

45. Menjaga Shalat

Memelihara shalat adalah sebab yang sangat agung untuk menggapai akhlak yang mulia, wajah yang berseri-seri dan jiwa yang tenang serta akan menjauhkan dari sifat-sifat rendah dan hina. Sebagaimana shalat juga dapat menghalangi pelakunya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar. Dengan melakukan shalat secara benar maka akhlak yang buruk akan dapat dikendalikan. Shalat akan dapat menyembuhkan penyakit-penyakit hati semacam: pelit, dengki, suka mengeluh dan mencela, dan lain sebagainya.

46. Berpuasa

Melakukan puasa akan menyucikan jiwa. Puasa akan memperbaiki perilaku. Puasa akan menumbuhkan berbagai akhlak yang mulia dan terpuji semacam: penyayang, dermawan, suka berbuat baik, menyambung persaudaraan, bermuka ramah, dan lain sebagainya. Puasa akan meningkatkan cita-cita di dalam hati dan mengokohkan tekad serta mewujudkan ketenteraman. Puasa merupakan ajang untuk melatih diri menanggung sesuatu yang tidak disenangi oleh nafsu. Sebuah media untuk memanajemen diri. Puasa juga akan menggerakkan diri menuju kebaikan dan mengekang pelakunya dari perbuatan buruk.

47. Membaca Al-Qur’an Dengan Merenungkan Isinya

Al-Qur’an mengandung petunjuk dan cahaya. Ia merupakan pedoman akhlak yang paling utama. Ia akan menuntun kepada kebenaran dan kebaikan. Kemuliaan akhlak merupakan bagian dari kebaikan yang ditunjukkan oleh al-Qur’an. Bahkan di dalamnya terdapat ayat yang merangkum berbagai macam akhlak yang mulia yaitu firman-Nya yang artinya, “Jadilah pemaaf, perintahkan yang ma’ruf, dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-A’raaf: 199). Al-Qur’an akan mendorong jiwa manusia untuk memiliki berbagai sifat kesempurnaan dan mengisinya dengan cita-cita yang agung.

48. Menyucikan Jiwa Dengan Melakukan Ketaatan

Menyucikan jiwa dengan senantiasa melakukan ketaatan kepada Allah adalah sarana terbesar untuk meraih akhlak yang mulia. Allah berfirman yang artinya, “Sungguh beruntung orang-orang yang membersihkan jiwanya.” (QS. Asy-Syams: 9).

49. Senantiasa Menyimpan Rasa Malu

Rasa malu akan menjaga diri agar tidak melakukan perbuatan buruk dan mendorongnya untuk senantiasa melakukan kebaikan. Apabila seseorang menghiasi diri dengan sifat ini maka dia akan terpacu untuk meraih keutamaan-keutamaan dan terhambat dari perbuatan-perbuatan yang rendah dan hina. Rasa malu akan senantiasa melahirkan kebaikan. Ia merupakan bagian penting dari keimanan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rasa malu tidaklah memunculkan kecuali kebaikan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Beliau juga menyatakan, “Rasa malu adalah cabang keimanan.” (HR. Ibnu Majah). Beliau juga bersabda, “Salah satu ucapan pertama kali yang diperoleh manusia dari ajaran para nabi terdahulu adalah jika kamu tidak malu berbuatlah sesukamu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

50. Menebarkan Salam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak akan beriman (dengan sempurna) kecuali kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian, sesuatu yang apabila kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai, yaitu sebarkanlah salam di antara sesama kalian.” (HR. Muslim). Umar bin Khattab mengatakan, “Salah satu sebab yang akan memurnikan rasa suka saudaramu kepadamu ialah kamu selalu berusaha memulai mengucapkan salam kepadanya apabila bersua. Hendaknya kamu memanggilnya dengan panggilan yang paling disukai olehnya. Kamu lapangkan tempat duduk untuk menyambut kehadirannya.”

51. Selalu Memperhatikan Perjalanan Hidup Nabi

Kisah perjalanan hidup Nabi akan menyajikan di hadapan pembacanya suatu gambaran yang indah mengenai petunjuk yang paling baik dan akhlak yang paling mulia untuk diterapkan oleh segenap umat manusia.

52. Selalu Memperhatikan Perjalanan Hidup Para Sahabat

Para sahabat adalah orang-orang yang mewarisi petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan juga akhlaknya. Dengan melihat kisah perjalanan hidup mereka akan dapat memacu jiwa untuk meneladani dan meniru kebaikan-kebaikan mereka.

53. Membaca Sejarah Hidup Orang-Orang yang Memiliki Keutamaan

Betapa sering orang terpacu dan bertekad kuat untuk memperbaiki akhlaknya karena membaca teladan perjalanan hidup orang-orang yang mulia. Karena dengan membaca biografi dan kisah perjalanan hidup mereka akan menggerakkan jiwa untuk meniru dan meneladani kebaikan mereka.

54. Membaca Buku-Buku Tentang Sifat-Sifat Baik dan Akhlak

Dengan membaca buku-buku semacam itu maka orang akan selalu teringat dan terpacu untuk berakhlak mulia. Begitu pula sebaliknya, dia akan berusaha untuk menjauhi akhlak-akhlak yang tercela. Buku-buku seperti ini banyak sekali, di antaranya adalah:

  1. Syama’il Muhammadiyah karya At-Tirmidzi
  2. Kitab Adab yang ada di dalam kitab-kitab Sahih dan Sunan
  3. Adabu Dunya wa Din karya Al-Mawardi
  4. Raudhatul ‘Uqala’ wa Nuzhatul Fudhala’ karya Ibnu Hiban
  5. Dan lain-lain

55. Membaca Kata-Kata Bijak dari Ulama Terdahulu

Hikmah/kata-kata bijak adalah ucapan yang diriwayatkan dari ulama terdahulu, singkat akan tetapi membawa pengaruh yang dalam. Kata-kata bijak (hikmah) akan mendorong untuk berakhlak yang mulia dan memandunya dalam melangkah. Qais bin ‘Ashim suatu ketika pernah ditanya, “Apa yang mendorong kaummu menjadikanmu sebagai pemimpin?”. Beliau menjawab, “Karena tidak suka menyakiti, suka memberi, dan berjuang membela (agama) Allah.”

56. Mengenal Ungkapan dan Perumpamaan yang Indah

Ungkapan dan perumpamaan-perumpamaan yang indah memiliki pengaruh kuat terhadap jiwa manusia. Ia akan membangkitkan semangat untuk beramal dan memperhalus perilakunya. Perumpamaan tidak susah untuk dihafal dan mudah untuk dipahami. Ia mudah untuk diselipkan dalam suasana serius dengan sedikit bercanda. Dengan kata-kata yang ringkas orang lain akan mudah mengambil pelajaran dan terpacu untuk memperbaiki diri. [Diangkat dari Al Asbab Al Mufidah li Iktisab Al Akhlaq Al Hamidah karya Muhammad bin Ibrahim Al Hamd]


Sabtu, 16 Mei 2009

puisi LANGKAH

Langkah keseratus akan tercapai
Setelah langkah pertama, kedua dan ketiga

Derap langkah itu tengah kita ayunkan bersama
Disini, di tempat yang penuh makna dan arti

Dalam menuju langkah-langkah selanjutnya..
Pernahkah kita SURUT karena TAKUT??
PATUTKAH kita MENYERAH karena LELAH ??!!

REGUK SEMUA YANG ADA !!
TANAMKAN PADA JIWAMU !!
LATIH DIRI, TEMPA DIRI !!!

hari ini harus lebih baik dari hari kemarin !!
Dan esok harus lebih baik dari sekarang !!!

Dan...
Langkah keseratus,
BUKANLAH LANGKAH TERAKHIR !!!

(JJ, dalam buku kaderisasi ITSAR)

Hukuman yang Membawa Penyesalan

Dikisahkan sepasang suami istri yang bekerja meninggalkan anaknya yang berusia tiga tahun bernama Ita, bersama sang pembantu di rumah. Namanya juga anak-anak yang suka mengeksplorasi diri, Ita pun demikian. Sambil bermain dia mencoret-coret tanah di halaman dengan lidi, sementara pembantunya menjemur kain dekat garasi. Puas dengan mencoret tanah, ia menemukan sebuah paku berkarat dan mulai mencoba untuk mengores-gores mobil ayahnya yang berwarna hitam. Karena masih baru, mobil tersebut jarang dipergunakan oleh ayahnya ke kantor. Maka, penuhlah mobil tersebut dengan coretan gambar Ita.

Begitu ayahnya pulang, dengan bangga Ita memberi tahu tentang gambar-gambar yang sudah dibuat di mobil baru ayahnya tersebut. Bukan pujian yang diterimanya, melainkan kemarahan yang sangat besar. Pertama kali yang kena damprat adalah sang pembantu karena dianggap tidak mengawasi Ita di rumah. Baru giliran anaknya yang dihukum. Demi mendisiplinkan anak, maka si ayah mulai mengajarkan anaknya, tidak hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pukulan. Dipukullah kedua telapak tangan dan punggung tangan anaknya dengan apa saja yang ditemukan di situ. Mulai dengan mistar, ranting, sampai lidi disertai luapan emosi yang tidak terkendali.

"Ampun, 'Bah! Sakit... sakit, ampun!" jerit Ita sambil menahan sakit di tangannya yang sudah mulai berdarah-darah. Si ibu hanya diam saja, seolah-olah merestui tindakan disiplin yang ditegakkan oleh suaminya.

Puas menghajar anaknya, si ayah menyuruh pembantu untuk membawa Ita ke kamarnya. Dengan hati yang teriris, sang pembantu membawa Ita ke kamarnya. Sore hari ketika dimandikan, Ita menjerit-jerit menahan pedih. 

Esoknya tangan Ita mulai membengkak, sementara ayah ibunya tetap bekerja seperti biasa. Ketika dilaporkan oleh pembantunya, ibu Ita hanya mengatakan, "Oleskan obat saja!"

Hari berganti hari, hingga suhu badan Ita mulai panas karena luka tangannya sudah terinfeksi. Ketika dilaporkan, orangtuanya pun hanya mengatakan supaya diberi obat penurun panas. Hingga suatu malam, panasnya semakin tinggi, bahkan Ita mulai mengigau. Buru-buru mereka membawa Ita yang sudah tampak melemah ke rumah sakit pada malam itu juga.

Hasil diagnosis dokter menyimpulkan bahwa demam Ita berasal dari tangannya yang sudah infeksi dan busuk akibat luka-lukanya. Setelah seminggu diopname di sana, dokter memanggil ayah dan ibunya dan mengatakan, "Tidak ada pilihan lain...."

Dokter mengusulkan agar kedua tangan anak itu diamputasi karena infeksi yang terjadi sudah terlalu parah. "Ini sudah bernanah dan membusuk, untuk menyelamatkan nyawa Ita, tangannya harus diamputasi!"

Mendengar berita ini, orangtua Ita bagai disambar petir. Dengan air mata berurai dan tangan yang bergetar, mereka menandatangani surat persetujuan amputasi anak yang paling dikasihinya.

Setelah sadar dari pembiusan operasinya, Ita terbangun sambil menahan rasa sakit dan bingung melihat tangannya yang dibalut kain putih. Lebih kaget lagi, dia melihat kedua orangtuanya dan pembantunya menangis di sampingnya. Sambil menahan rasa sakit, Ita berkata kepada orangtuanya, 

"Abah.. .Mama, Ita tidak akan melakukannya lagi... Ita sayang Abah, sayang Mama, juga sayang Bibi. Ita minta ampun sudah mencoret-coret mobil Abah!" Si ibu dan ayah semakin menangis men-dengar kata-kata Ita tersebut.

"Bah, sekarang tolong kembalikan tangan Ita, untuk apa diambil. Ita janji tidak akan melakukan¬nya lagi. Bagaimana kalau nanti Ita mau main dengan teman-teman karena tangan Ita sudah diam¬bil. Abah.. .Mama, tolong kembaliin, pinjam sebentar saja. Ita mau menyalami Abah, Mama, dan Bibi untuk minta maaf!"

Menyesal bagi kedua orangtua Ita sudah tiada guna, nasi sudah menjadi bubur.

(Dari Buku "setengah isi, setengah kosong" Karya Parlindungan Marpaung)

~Hukuman bukan solusi atas segala-galanya.... Dalam dakwah kita mendahulukan memberi penghargaan atas kebaikan daripada memberi hukuman atas keburukan yang diperbuat seseorang.

skdr info

Para Nabi:

Nabi Ibrahim as: menebas leher paganisme.
Nabi Yusuf as: berjuang menembus tembok istana dan menjadi penguasa adil
sejahtera.
Nabi Musa as: disweeping Firaun sejak bayi. Meruntuhkan tirani besar angkara murka.
Menyatukan kaum yang terpecah belah.
Nabi Isa as: sejak bayi sudah berdakwah. Ketulusan kasih sayangnya mencairkan
kebekuan hati.
Nabi Muhammad as: berhimpun segenap potensi kebaikan.
Nabi-nabi lainnya.

Sahabat Rasulullah Saw:
Ali bin Abi Thalib dibina sejak usia 8 tahun.
Zubair bin Awwam 8 tahun.
Arqam bin Abi Arqam 16 tahun
Ja’far bin Abi Thalib 8 tahun
Shahih Ar Rumy 19 tahun
Zaid bin Haritsah 20 tahun
Saad bin Abi Waqqash 17 tahun
Utsman bin Affan 17 tahun
Usamah bin Zaid masih berusia 18 memimpin pasukan Islam pertama ekspansi keluar
Jazirah Arab.
Dll.

Prestasi generasi pertama diatas: menaklukkan 2 negara adidaya waktu itu: Romawi dan Persia, dan meluaskan wilayah kekuasan Islam hingga kerajaan-kerajaan Syam (Syiria), Mesir, Irak, Afrika Utara , dalam waktu 35 tahun, selama era Khulafaur Rasyidin.

Generasi berikutnya:
Imam ath Thobari, seorang ahli tafsir besar telah hafal Al Qur’an pada usia 7 th dan menjadi Imam pada usia 8 tahun.
Imam Ibnu Taimiyah telah memberikan fatwa pada usia 15 tahun.
Shalahuddin al Ayyubi: mempersatukan kembali seluruh negeri Islam yang tercerai berai mulai dari sungai Eufrat sampai sungai Nil dan mengalahkan kekuatan salib di Hathin pada tahun 1187 M, disusul setahun kemudian menaklukkan Yerusalem/Palestina.
Muhammad Al Fatih Murad: dalam usia 24 tahun memimpin pasukannya menaklukan Konstantinopel pada bulan Mei 1453 M. Suatu penaklukan yang gemilang dan sangat dirindukan setelah gagalnya 6 kali penyerangan sebelumnya selama 800 tahun!

Prestasi masa dinasi Umayyah dan Abbasiyah: berekspansi hingga ke wilayah yang amat luas: membentang ke negeri India dan perbatasan negeri Cina, sedangkan ke arah barat mencapai Andalusia (Spanyol). Benua Asia, India, Eropa, dst.....

Asy-Syahid Hasan Al-Banna 22 tahun: mendirikan gerakan Islam terbesar di dunia,
“Al-Ikhwan al-Muslimun” dimana kini dakwah dan pengaruhnya telah menyebar ke lebih dari 70 negara.
Pemuda-pemuda dan bocah-bocah intifadhah Palestina vs Yahudi Israel.

Kematangan dini itu pun juga tampak pada episode kehidupan yang lebih pribadi : pernikahan dini! Ya, Amru bin Ash, pahlawan Islam yang membebaskan Mesir menikah pada usia 12 tahun. Muhamad Abdul Wahab sang pembaharu Islam menikah pada usia 12 tahun, Ali bin Abi Thalib ra menikah pada usia 16 tahun, dan nama-nama besar lainnya yang tidak mungkin disebutkan satu persatu.

skdr info

Para Nabi:

Nabi Ibrahim as: menebas leher paganisme.
Nabi Yusuf as: berjuang menembus tembok istana dan menjadi penguasa adil
sejahtera.
Nabi Musa as: disweeping Firaun sejak bayi. Meruntuhkan tirani besar angkara murka.
Menyatukan kaum yang terpecah belah.
Nabi Isa as: sejak bayi sudah berdakwah. Ketulusan kasih sayangnya mencairkan
kebekuan hati.
Nabi Muhammad as: berhimpun segenap potensi kebaikan.
Nabi-nabi lainnya.

Sahabat Rasulullah Saw:
Ali bin Abi Thalib dibina sejak usia 8 tahun.
Zubair bin Awwam 8 tahun.
Arqam bin Abi Arqam 16 tahun
Ja’far bin Abi Thalib 8 tahun
Shahih Ar Rumy 19 tahun
Zaid bin Haritsah 20 tahun
Saad bin Abi Waqqash 17 tahun
Utsman bin Affan 17 tahun
Usamah bin Zaid masih berusia 18 memimpin pasukan Islam pertama ekspansi keluar
Jazirah Arab.
Dll.

Prestasi generasi pertama diatas: menaklukkan 2 negara adidaya waktu itu: Romawi dan Persia, dan meluaskan wilayah kekuasan Islam hingga kerajaan-kerajaan Syam (Syiria), Mesir, Irak, Afrika Utara , dalam waktu 35 tahun, selama era Khulafaur Rasyidin.

Generasi berikutnya:
Imam ath Thobari, seorang ahli tafsir besar telah hafal Al Qur’an pada usia 7 th dan menjadi Imam pada usia 8 tahun.
Imam Ibnu Taimiyah telah memberikan fatwa pada usia 15 tahun.
Shalahuddin al Ayyubi: mempersatukan kembali seluruh negeri Islam yang tercerai berai mulai dari sungai Eufrat sampai sungai Nil dan mengalahkan kekuatan salib di Hathin pada tahun 1187 M, disusul setahun kemudian menaklukkan Yerusalem/Palestina.
Muhammad Al Fatih Murad: dalam usia 24 tahun memimpin pasukannya menaklukan Konstantinopel pada bulan Mei 1453 M. Suatu penaklukan yang gemilang dan sangat dirindukan setelah gagalnya 6 kali penyerangan sebelumnya selama 800 tahun!

Prestasi masa dinasi Umayyah dan Abbasiyah: berekspansi hingga ke wilayah yang amat luas: membentang ke negeri India dan perbatasan negeri Cina, sedangkan ke arah barat mencapai Andalusia (Spanyol). Benua Asia, India, Eropa, dst.....

Asy-Syahid Hasan Al-Banna 22 tahun: mendirikan gerakan Islam terbesar di dunia,
“Al-Ikhwan al-Muslimun” dimana kini dakwah dan pengaruhnya telah menyebar ke lebih dari 70 negara.
Pemuda-pemuda dan bocah-bocah intifadhah Palestina vs Yahudi Israel.

Kematangan dini itu pun juga tampak pada episode kehidupan yang lebih pribadi : pernikahan dini! Ya, Amru bin Ash, pahlawan Islam yang membebaskan Mesir menikah pada usia 12 tahun. Muhamad Abdul Wahab sang pembaharu Islam menikah pada usia 12 tahun, Ali bin Abi Thalib ra menikah pada usia 16 tahun, dan nama-nama besar lainnya yang tidak mungkin disebutkan satu persatu.

Kamis, 02 April 2009

Sistem Saraf Pada Manusia

Susunan Saraf Tepi

Saraf tepi (perifer) terdiri dari serabut saraf yang keluar dari saraf pusat ke arah organ tubuh tertentu. Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar atau saraf otonom. Sistem saraf sadar berfungsi untuk mengontrol kegiatan tubuh yang cara kerjanya diatur oleh otak. Sedangkan saraf otonom berfungsi untuk mengontrol kegiatan tubuh yang cara kerjanya tidak dapat diatur otak, seperti sekresi keringat, denyut jantung dan gerak saluran pencernaan.

Beberapa urat saraf dari saraf tepi bersatu membentuk jaringan urat saraf atau pleksus. Macam pleksus: Pleksus cervicalis (di leher, mempengaruhi bagian leher, bahu, dan diafragma), Pleksus brachialis (mempengaruhi tangan), Pleksus Jumbo sakralis (mempengaruhi pinggul dan kaki).

Saraf kranial kebanyakan saraf sadar, kecuali nervus vagus yang merupakan saraf otonom.

Saraf otonom berasal dari otak ataupun sumsum tulang belakang menuju ke arah organ tertentu. Di sepanjang jalur menuju organ, urat saraf otonom terdapat banyak sinapsis dan ganglion. Saraf otonom meliputi susunan saraf simpatik dan para simpatik. Perbedaan saraf simpatik dan para simpatik berdasarkan pada posisi ganglion. Ganglion pada saraf simpatik menempel di sepanjang sumsum tulang belakang. Sedangkan ganglion saraf parasimpatik menempel pada organ yang dibantu kerjanya.

Cara kerja saraf simpatik selalu berlawanan dengansaraf parasimpatik (bersifat antagonis).
Simpatik

Parasimpatik

* memperbesar pupil mata
* menghambat keluarnya air ludah (saliva)
* meningkatkan ekskresi keringat dan sekresi getah pancreas
* menghambat sekresi enzim pada kelenjar pencernaan
* menghambat kontraksi kandung kemih (vesica urinaria)
* mempercepat denyut jantung
* menambah volume darah
* memperbesar pembuluh darah koroner
* mempersempit pembuluh darah arteri paru-paru dan arteri pada organ kelamin
* melebarkan cabang tenggorok (bronkhia)
* mengkerutkan kura (limpa)
* menyebabkan kontraksi (meremas) rahim pada saat kehamilan dan relaksasi rahim pada saat tidak ada kehamilan



* mengecilkan pupil mata
* membantu (stimulasi) keluarnya air ludah (saliva)
* menurunkan ekskresi keringat dan sekresi getah pancreas
* menstimulasi sekresi enzim pada kelenjar pencernaan
* mengerutkan kantung kemih (vesica urinaria)
* memperlambat denyut jantung
* mengurangi volume darah
* mempersempit pembuluh darah koroner
* memperbesar pembuluh darah arteri paru-paru dan arteri pada organ kelamin
* mempersempit cabang tenggorok (bronkhia)
* melebarkan kura (limpa)
* tidak berpengaruh pada kontraksi dan relaksasi rahim